Tak Perlu Malu, Inilah Penyebab dan Mengatasi Anus Gatal

Pernahkah Anda tiba-tiba mengalami rasa gatal di sekitar anus alias dubur? Tentu bakal resah dan bingung, apalagi jika terjadi di tempat umum. Kondisi anus gatal ini dalam dunia medis disebut sebagai Pruritus Ani. Meskipun bukan merupakan kondisi medis serius, tetap saja anus gatal membuat siapapun kehilangan rasa percaya diri.

Para penderita diabetes memiliki risiko yang lebih tinggi untuk penyakit anus gatal. Bahkan jika diremehkan, membuat seseorang terbiasa menggaruk yang akhirnya dapat menimbulkan luka di dubur. Ada beberapa faktor yang memicu anus gatal seperti panas dan lembab di sekitar dubur, tidak bersih saat buang air besar hingga kecemasan dan stres berlebih.

Gejala-Gejala Anus Gatal

Gejala utama dari penyakit Pruritus Ani adalah gatal-gatal di sekitar anus sehingga membuat kulit memerah. Jika digaruk terus-menerus, kulit anus bakal lecet dan bermasalah. Gejala lain anus gatal juga semakin parah dan terasa ketika malam hari. Kalau dibiarkan, anus gatal bisa memicu peradangan kronis di mana kulit yang rusak menjadi infeksi bakteri.

Jika gejala disertai dengan demam tinggi dan anus gatal hingga lebih dari dua bulan lamanya, Anda wajib melakukan konsultasi ke dokter. Apalagi kalau terjadi pendarahan pada anus, tak perlu malu mengakui. Di tingkat yang lebih parah, Pruritus Ani juga memicu benjolan di sekitar anus sampai perubahan pola buang air besar.

Penyebab dan Cara Mengobati Anus Gatal

Ada banyak sekali penyebab dari penyakit anus gatal ini yang berpengaruh ke cara pengobatan. Beberapa penyebab di antaranya seperti infeksi jamur, virus herpes, HPV (kutil kelamin), cacing kremi, tungau penyebab kudis sampai kutu. Penyakit dubur seperti wasir, fisura, fistula, prolaps juga bisa memicu anus gatal.

Beberapa alergen misalnya sabun, deodoran sampai alat kontrasepsi juga bisa memicu rasa gatal pada anus. Psoriasis dan dermatitis kontak juga menjadi dua dari beberapa penyakit kulit yang memicu rasa gatal pada dubur. Sebagai langkah pengobatan, bisa menggunakan krim antigatal, obat antihistamin, krim antijamur dan krim kortikosteroid, selain menjaga kebersihan area dubur.