Penyebab dan Pengobatan Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan) yang Tepat

Hal yang wajar jika seseorang merasa cemas. Namun jika kecemasan itu sudah berlebihan, terlalu sering dan tanpa alasan yang jelas mengganggu kegiatan, waspada dengan Anxiety Disorder (gangguan kecemasan). Dalam dunia medis, Anxiety Disorder bahkan dianggap gangguan mental yang sudah pasti berbeda dengan rasa cemas pada umumnya.

Mereka yang mengidap gangguan kecemasan bahkan bisa mudah khawatir terhadap apapun meski dalam kondisi normal. Setidaknya ada empat jenis Anxiety Disorder yang wajib diketahui yakni Generalized Anxiety Disorder (GAD), gangguan kecemasan sosial (Social Anxiety Disorder), gangguan panik (Panic Disorder) sampai fobia spesifik.

Untuk penderita GAD, biasanya mengalami khawatir berlebihan tapi sulit mengungkapkan. Sementara gangguan kecemasan sosial membuat si penderita merasa takut luar biasa saat ada di tengah keramaian. Untuk gangguan panik berbeda lagi karena bisa muncul mendadak. Dan terakhir jenis fobia spesifik adalah rasa takut berlebih atas sesuatu seperti badut, darah hingga jarum.

Gejala dan Pengobatan Anxiety Disorder

Bicara soal gejala dari gangguan kecemasan tentu berbeda-beda tergantung jenisnya. Namun secara umum, Anxiety Disorder memiliki beberapa gejala seperti rasa panik, ketakutan hingga kegelisahan yang berlebih. Jika berkepanjangan bakal bikin susah tidur, tangan dan kaki berkeringat dingin, sesak napas, jantung berdetak kencang, pusing, otot tegang sampai mati rasa.

Lantaran gangguan mental, penyebab Anxiety Disorder pun abu-abu. Penyakit ini tidak dipicu kelemahan pribadi dan latar belakang pendidikan. Para ahli menduga penderita mengalami masalah pada fungsi sirkuit otak yang mengatur emosi dan rasa takut. Namun ada beberapa faktor pemicu seperti trauma, obat terlarang, alkohol dan senyawa serotonin serta noradrenalin yang tak seimbang.

Untuk mengatasi gangguan kecemasan, ada beberapa metode pengobatan yang disarankan. Beberapa di antaranya seperti terapi psikologis CBT (Cognitive Behavorial Therapy), obat-obat khusus (pregabalin, benzodiazepine, antidepresan) dan psikoterapi ke dokter.

Saat Anda di rumah pun bisa memilih beberapa pengobatan sederhana seperti sering melakukan meditasi, beribadah, berendam air hangat, memakai minyak esensial saat mau tidur, melakukan hal-hal yang disukai dan berbagi cerita ke orang kepercayaan.