Anosmia, Penyakit yang Menghilangkan Kemampuan Mencium Bau

Bisa mencium aroma makanan yang lezat, wangi parfum atau bunga yang begitu harum hingga mengernyit saat ada bau busuk adalah sebuah anugerah dari Tuhan. Namun tahukah Anda, kalau ada kondisi di mana kemampuan indra penciuman bisa menghilang. Kelainan ini membuat hidung tak berfungsi dan tak bisa mencium bau apapun yang disebut dengan penyakit Anosmia.

Tentu ketika seseorang mengalami Anosmia, jelas mengganggu kesehariannya. Saat hidung tak berfungsi, Anda bisa saja tak bisa merasakan aroma makanan. Jika berkepanjangan, Anosmia jelas membuat penderitanya depresi, enggan makan dan akhirnya malnutrisi yang berbahaya bagi jiwa. Anosmia biasanya terjadi singkat saat flu tapi juga bisa bersifat permanen yang menjadi serius.

Tanda-Tanda dan Penyebab Anosmia

Tanda-tanda utama dari penyakit Anosmia sangatlah jelas yakni hidung tak bisa mencium bau apapun. Ketika Anosmia terjadi, molekul kimia yang menimbulkan bau tidak bisa menempel pada ujung saraf pembau di hidung. Namun terganggunya saraf dari hidung menuju otak juga bisa memicu Anosmia. Ada beberapa penyakit yang menyebabkan Anosmia. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Penumpukan lendir atau iritasi di dalam hidung seperti flu, pilek, sinusitis dan rhinitis
  2. Adanya penyumbatan di dalam bagian rongga hidung seperti tumor, polip hidung hingga kelainan tulang hidung
  3. Penyakit-penyakit yang membuat saraf penciuman rusak seperti usia tua, alzheimer, tumor otak, cedera kepala, diabetes, aneurisme otak, multiple sclerosis, parkinson, malnutrisi, huntington hingga sindrom-sindrom tertentu (Sjogren, Klinefelter, Wernicke-Korsakoff dan Kalmann)
  4. Saat tidak sengaja menghirup atau menelan racun

Saat Anda mengalami gejala Anosmia, tentu wajib segera melakukan konsultasi ke dokter supaya memperoleh penanganan yang tepat. Dokter pun bakal melakukan serangkaian pemeriksaan lanjutan untuk memastikan Anosmia. Mulai dari pemeriksaan fisik sampai diagnosis tambahan menggunakan MRI dan CT Scan.

Jika penyebab Anosmia sudah ditemukan, maka penyakit ini bisa disembuhkan. Misalkan hidung tak berfungsi karena infeksi dan bakteri sinus, maka bisa mengonsumsi antibiotik sampai sembuh. Namun jika Anosmia merupakan cacat lahir seperti sindrom Klinelefter, tidak bisa disembuhkan. Untuk itulah penderita Anosmia harus benar-benar waspada dan jujur terhadap kondisinya sendiri.