Anoreksia Nervosa, Obsesi Kurus Berlebih yang Mengganggu Jiwa

Setiap orang tentu ingin memiliki tubuh yang ideal dan sehat. Beberapa cara dilakukan supaya tak tampak gemuk yang bisa membuat rasa percaya diri menurun. Hanya saja kalau obsesi ingin kurus itu begitu berlebihan hingga membuat seseorang benar-benar takut gemuk, patut diwaspadai lantaran bisa saja mengalami gangguan Anoreksia Nervosa.

Secara medis, Anoreksia Nervosa dianggap sebagai gangguan pola makan tidak sehat sehingga membuat penderitanya punya berat badan terlampau rendah untuk ukuran usia dan tinggi badannya. Rasa takut yang berlebihan atas kegemukan membuat jiwa penderita Anoreksia Nervosa bermasalah. Meskipun dianggap mirip dengan bulimia, gangguan Anoreksia Nervosa berbeda.

Jika penderita bulimia masih memiliki berat badan normal, karena gangguan pola makannya adalah nafsu makan berlebih sehingga memilih memuntahkan kembali makanannya. Sementara penderita Anoreksia Nervosa, punya badan super kurus tapi masih berupaya kurus sampai mengalami malnutrisi. Jika dibiarkan, pengidap Anoreksia Nervosa bisa tidak tertolong.

Gejala dan Pengobatan Anoreksia Nervosa

Hingga sejauh ini, perempuan memang lebih sering mengalami Anoreksia Nervosa dibandingkan laki-laki lantaran cenderung tak percaya diri jika bertubuh gemuk. Kondisi pola makan menyimpang ini bisa muncul saat remaja dan memiliki beberapa faktor pemicunya. Mulai dari faktor keturunan, depresi, sampai perubahan kadar hormon otak yang mengendalikan nafsu makan.

Sudah banyak sekali kasus penderita Anoreksia Nervosa yang mengalami kematian karena terlambat penangan sementara nutrisi tubuh terlalu buruk. Untuk itulah Anda harus mulai memperhatikan gejala Anoreksia Nervosa baik yang dialami diri sendiri dan orang lain seperti berikut ini:

  1. Ketakutan berlebih saat berat badan naik, padahal tubuh dalam kondisi kurus
  2. Memuntahkan makanan dengan sengaja
  3. Meminum berbagai obat pencahar dan obat diet
  4. Sering olahraga berlebihan meskipun cuaca tak mendukung atau ketika kondisi tubuh sakit sekalipun
  5. Sangat memperhitungkan jumlah kalori, lemak dan gula pada makanan hingga berbohong bahwa dirinya sudah makan

Lantaran merupakan gangguan pola makan yang tidak sehat, psikis penderita Anoreksia Nervosa cukup bermasalah. Minimnya nutrisi makanan membuat mereka mudah tersinggung, mudah lelah, tekanan darah rendah, depresi sampai gangguan jiwa ingin bunuh diri.